Seminar Holistik, dari PDGI Depok buat Para Dokter Gigi

Seminar Holistik, dari PDGI Depok buat Para Dokter Gigi

Seminar Holistik, dari PDGI Depok buat Para Dokter Gigi – GIGI adalah elemen vital bagi manusia. Gigi sehat dan terawat membuat pemiliknya lebih percaya diri dan dinamis. Lewat seminar holistik, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Depok mengelaborasinya.

Apa jadinya jika manusia hidup dan tumbuh tanpa gigi? Pasti bukan hanya jadi kendala besar lantaran kesulitan memproses makanan yang masuk lewat mulut, tapi juga mengganggu keutuhan penampilan. Itu dapat dibuktikan ketika manusia memasuki usia renta dan kehilangan nyaris semua gigi geliginya.

Agar keberadaan gigi terjaga baik, sehat, dan berfungsi optimal, setiap manusia tentu perlu lakukan perawatan komprehensif. Manusia juga perlu memahami lebih mendalam tentang seluk beluk gigi. Alasan itu yang mendorong PDGI Depok gelar seminar holistik bersekala nasional pada 15-16 Oktober 2015 di Hotel Santika, Depok.

Seminar 2 (dua) hari itu diikuti ratusan dokter gigi dari berbagai wilayah Indonesia. Hadir pula sejumlah ahli di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka jadi pembicara dalam seminar bertema Approach for Clinical Excelences In Endodontics and Aesthetics Destistry itu.

Dwi Suprihartono, Ketua PDGI Depok, mengungkap seminar bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para dokter gigi agar lebih profesional setiap kali melayani masyarakat. “PDGI terus berusaha tingkatkan keahlian dan kemampuan para dokter gigi. Saya berterima kasih karena seminar ini didukung Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Depok,” kata Dwi.

Pada bagian lain, Irwan dari PDGI Provinsi Jawa Barat mengakui masyarakat kini kian kritis dan tuntunan atas pelayanan dokter gigi kian tinggi. Karena itu, para doter gigi perlu memahami prosedur penanganan yang benar, termasuk ketika hadapi komplain dari pasien.

Irwan menyatakan dokter gigi bukan hanya tangani kesehatan atau perawatan gigi, melainkan juga terkait estetika. “Kadang penilaian estetika dokter dan pasien tidak sama sehingga timbul masalah. Itu sebabnya, para dokter gigi harus terus asah pengetahuan, termasuk tentang kode etik kedokteran,” tukas Irwan.

Semua itu diamini Noezaminti Lies, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok yang juga dokter umum. Ia bilang para dokter harus memahami prosedur pelayanan yang benar sebelum ambil tindakan. “Ada pasein yang memaksa dokter lakukan tindakan, padahal si dokter menilai kondisinya tidak tepat. Situasi seperti ini harus disikapi lebih teleti dan hati-hati,” tutur Lies.

Intinya, dari seminar itu diharapkan para dokter gigi kian terpacu tingkatkan pengetahuan dan kemampuan hingga ke urusan estetika. Jika para dokter gigi sudah lebih mumpuni, masyarakat pun diyakini kian terbantu dalam upaya mendapatkan layanan kesehatan gigi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *